Perbedaan Analytical Exposition vs Hortatory Exposition

perbedaan-analytical-exposition

Perbedaan Analytical Exposition vs Hortatory Exposition dengan Contoh

perbedaan-analytical-exposition

Exposition adalah jenis teks yang sering dibahas dalam kalimat bahasa Inggris. Eksposisi adalah deskripsi dan penjelasan yang komprehensif dari sebuah ide atau teori. Dengan kata lain, teks eksposisi adalah teks yang memiliki tujuan persuasif atau mempengaruhi orang lain dengan pendapat pembaca, biasanya eksposisi dalam diskusi, pidato, debat dan sebagainya. Eksposisi sendiri terbagi menjadi 2 yaitu eksposisi analitis dan eksposisi Hortatory, penjelasan dan perbedaannya tercantum di bawah ini.

Perbedaan Analytical Exposition vs Hortatory Exposition dan Contohnya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, teks eksposisi adalah jenis teks persuasif yang menarik orang lain untuk memiliki pemikiran dan pendapat yang sama tentang sesuatu. Teks eksposisi dibagi menjadi 2, yaitu teks eksposisi hortatory dan analitis. apa arti dan perbedaannya? berikut penjelasannya.

APA ITU HORTATORY EXPOSITION?

Hortatory exposition adalah jenis teks lisan atau tulisan yang dimaksudkan untuk menjelaskan kepada pendengar atau pembaca bahwa sesuatu harus atau tidak seharusnya terjadi. miliknya.

Struktur Teks Hortatori

TESIS : Skripsi berisi pernyataan tentang permasalahan yang terjadi, biasanya ditandai dengan kalimat menurut saya, menurut saya, untuk saya dan sebagainya.
ARGUMEN: Argumen di sini sama dengan alasan yang digunakan untuk mendukung pernyataan yang telah dikatakan. Argumen biasanya dimulai dengan kalimat pertama, kedua, karena itu dan lain-lain.
REKOMENDASI: Rekomendasi berisi saran yang diberikan oleh penulis atau pembicara dari kalimat yang telah dikemukakan. Biasanya ditandai dengan kata harus, harus, dan sebagainya.

APA ITU ANALYTICAL EXPOSITION?

Analytical Exposition adalah teks yang menguraikan gagasan penulis tentang fenomena di sekitar dan untuk membujuk pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, Analytical Exposition sama dengan Hortatory Exposition yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca atau pendengar tentang pendapat penulis.

Struktur Teks Eksposisi

TESIS: Skripsi berisi pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh penulis yang biasanya menggunakan kalimat menurut saya, saya pikir dan sebagainya.
ARGUMEN: Argumen berisi alasan yang mendukung pernyataan tersebut. biasanya argumen didahului dengan urutan seperti pertama, kedua dan seterusnya.
KESIMPULAN : Berisi kesimpulan tentang pernyataan-pernyataan yang telah dikemukakan oleh penulis.

PERBEDAAN HORTATORY vs ANALITIS

Hortatory: paragraf terakhir adalah Rekomendasi atau saran.
Analitis: paragraf terakhir berupa kesimpulan.

Contoh Hortatory Exposition

Bahaya rokok bagi anak usia sekolah
Kita bisa bertemu di jalan-jalan, baik di kota besar maupun kota kecil dimana mahasiswa dengan santai merokok seolah itu bukan perbuatan buruk. Anda dapat menemukannya di berbagai tempat, seperti kafe, terminal, angkutan umum atau bahkan di sekitar sekolah mereka sendiri. Orang yang paham dan sadar akan kesehatan tentu akan prihatin dengan keadaan seperti ini. Merokok jelas merugikan kesehatan, namun selain itu ada kerugian lain yaitu masalah ekonomi. Siswa pada umumnya adalah orang-orang yang masih bergantung secara ekonomi kepada orang tua. Hal ini tentunya akan menambah berat beban yang harus ditanggung oleh orang tua. Ibu negara saat ini dan juga banyak remaja putri yang merokok.

Faktor utama penyebab siswa merokok adalah lingkungan. Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu membuat mereka ingin mencoba banyak hal. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rokok mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan. Kemudian sekali merokok, akan sulit dihentikan, kecuali ada kemauan dan bantuan dari lingkungan. Hal kedua ini tentu tidak akan didapatkan ketika para pelajar berada di lingkungan perokok. Bahkan banyak dari mahasiswa yang menganggap bahwa pria yang tidak merokok itu tidak jantan. Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa yang menjadi perokok, karena merokok adalah salah satunya untuk mengaktualisasikan diri. Sebagai simbol bahwa mereka adalah orang-orang dan Galia ada.

Persepsi seperti ini tentu saja merupakan kesalahan besar. Menurut survei yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, sekitar 77 persen pelajar Indonesia yang merokok terancam dalam tawaran petualangan mereka atau olok-olok teman-temannya sendiri. Selain itu, kurangnya informasi tentang bahaya merokok sejak dini menjadi penyebab banyaknya pelajar yang merokok. Padahal masing-masing dari mereka menghisap rokok, hanya menghisap ribuan bahan kimia berbahaya yang cukup merugikan kesehatan.
Peran orang tua, guru dan masyarakat dalam menyikapi perokok usia dini
Sebagai masyarakat yang sadar akan kesehatan,

(Terjemahan)

Bahaya rokok bagi anak usia sekolah

Kami menemukan diri kami di jalanan, baik di kota-kota besar maupun di kota-kota kecil, di mana para siswa merokok dengan santai seolah-olah itu bukan hal yang buruk. Anda dapat menemukannya di berbagai lokasi seperti kafe, terminal, angkutan umum, atau bahkan di dekat sekolah Anda sendiri. Orang yang paham dan sadar akan kesehatan tentu akan khawatir dengan keadaan ini. Merokok jelas berbahaya bagi kesehatan, tetapi ada juga kerugian lain, yaitu masalah ekonomi. Mahasiswa pada umumnya adalah masyarakat yang masih bergantung secara ekonomi kepada orang tua. Hal ini tentu saja menambah beban yang harus ditanggung oleh orang tua. Apalagi sekarang banyak wanita dan remaja putri yang merokok.

Faktor utama yang mendorong siswa untuk merokok adalah lingkungan. Remaja penuh dengan rasa ingin tahu yang mengarahkan mereka untuk mencoba banyak hal. Seperti disebutkan sebelumnya, rokok mengandung nikotin, yang menyebabkan kecanduan. Jadi sekali Anda merokok akan sulit untuk berhenti kecuali ada kemauan dan bantuan yang kuat dari sekitar Anda. Hal kedua ini tentu tidak tercapai ketika siswa berada di lingkungan merokok. Bahkan, banyak siswa yang menganggap pria yang tidak merokok tidak maskulin. Inilah sebabnya mengapa banyak siswa menjadi perokok karena merokok adalah salah satu tempat mereka mengaktualisasikan diri. Sebagai simbol bahwa mereka adalah bahasa sehari-hari dan ada.

Persepsi ini tentu saja salah besar. Menurut survei Yayasan Jantung Indonesia, sekitar 77 persen perokok Indonesia memulai petualangannya dengan tawaran atau ejekan dari teman-temannya. Selain itu, kurangnya informasi tentang bahaya merokok sejak dini menjadi penyebab banyaknya siswa yang merokok. Padahal setiap kali Anda menghisap rokok rasanya seperti menghisap ribuan bahan kimia berbahaya yang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan Anda.
Melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat dalam mengatasi perokok sejak dini

Sebagai masyarakat yang sadar kesehatan, kita perlu mensosialisasikan bahaya merokok. Semua pihak baik itu orang tua, guru, masyarakat bahkan pemerintah hendaknya melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok bagi siswa sesuai dengan kemampuan dan kondisinya masing-masing. Sosialisasi yang dilakukan harus benar-benar nyata dan menembus alam bawah sadar siswa. Langkah-langkah berikut dapat diambil untuk mencegah siswa dari merokok:

Sekolah dan stafnya harus bekerja agar sekolah bebas dari rokok. Guru, karyawan dan orang tua dan siapa pun yang bersekolah tidak diperbolehkan merokok seperti yang mereka lakukan di rumah sakit. Ini adalah bentuk keteladanan. Tentu akan aneh dan masuk akal jika hanya siswa yang dilarang merokok.

Kegiatan yang melibatkan kaum muda, terutama pelajar, tidak boleh disponsori oleh perusahaan tembakau atau perusahaan yang berafiliasi dengan mereka.

Orang tua yang merokok tidak menunjukkan diri mereka merokok di depan anak-anak mereka jika mereka tidak bisa berhenti merokok. Tapi tentunya jika orang tua bisa berhenti merokok, itu lebih baik karena bisa dicontoh oleh anak-anaknya.

Ketika anak memiliki waktu luang, tugas orang tua adalah mendorong aktivitas positif agar tidak sempat merokok. Kegiatan tersebut dapat berupa kelas, olahraga, musik, dan sebagainya. Lebih baik lagi jika orang tua ikut serta.

Menjaga hidup sehat dan bebas rokok harus dimulai dari sekarang. Lebih baik bagi Anda untuk meninggalkan rokok dalam keadaan sehat dan bugar pada saat ini daripada harus melepaskan rokok di kemudian hari dalam penyakit kritis dan di akhir kematian. Demi orang yang kita cintai, ada baiknya untuk segera berhenti merokok. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Salam sehat!

Contoh Analytical Exposure

Pemuda dan pembentukan karakter
Pubertas merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa awal. Remaja berusia antara 10 dan 21 tahun. Saat ini para remaja sedang mencari jati dirinya. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki pendidikan karakter untuk mengarahkan minatnya pada kegiatan yang positif. Pembentukan karakter yang dapat diberikan kepada generasi muda antara lain agar berperilaku jujur, kreatif, percaya diri, santun dan peduli.
Remaja yang mengalami gejolak emosi akibat perubahan berat dan tinggi badan juga berdampak pada perkembangan psikisnya. Masa-masa sulit pada masa gejolak sehingga remaja membutuhkan pengendalian diri yang kuat di sekolah, di rumah, dan di lingkungan. Dalam keadaan seperti ini, remaja membutuhkan orang dewasa untuk membimbing dirinya sendiri. Agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif, remaja perlu memiliki pendidikan karakter.
Pembentukan karakter mampu membentuk generasi muda menjadi high performer. Dalam pendidikan karakter mereka diajarkan nilai-nilai agama yang menggambarkan keramahan yang memungkinkan remaja tumbuh sebagai orang yang menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Selain itu, mereka juga diajarkan nilai toleransi dan nilai perdamaian, atau nilai kemanusiaan yang membentuk pemuda, yang dibentuk oleh etika, kasih sayang, dan cinta damai. Dalam pendidikan karakter, yang juga mengajarkan mereka nilai-nilai kerja keras, seperti kreatif, mandiri dan rasa ingin tahu yang tinggi yang bisa membuat generasi muda menjadi penerbang.
Itulah nilai-nilai positif dalam pembentukan karakter yang bisa menjadikan remaja pemenang. Anda akan dapat menegaskan diri Anda dengan baik di tingkat nasional dan internasional. Dengan demikian, remaja yang berkarakter kuat menjadi remaja yang berprestasi dan bangga akan sehat jasmani, emosi yang stabil, dan intelektual yang berkembang.

(Terjemahan)
Karakter Remaja dan Pendidikan
Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak ke masa awal dewasa. Usia remaja berada pada kisaran usia 10 tahun sampai dengan 21 tahun. Pada masa itu remaja sedang mencari identitas dirinya. Oleh karena itu, remaja harus mendapat pendidikan karakter agar dapat mengarahkan minatnya pada kegiatan-kegiatan positif. Pendidikan karakter yang dapat diberikan pada remaja, antara lain, berperilaku jujur, Kreatif, percaya diri, santun, dan peduli.
Remaja mengalami gejolak emosi karena perubahan nasihat dan pengaruh badan yang berpengaruh juga pada perkembangan psikisnya. Pada masa gejolak itu merupakan masa sulit remaja memerlukan pengendalian diri yang kuat ketika berada di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Dalam keadaan seperti ini, remaja membutuhkan orang dewasa untuk mengarahkan dirinya. Untuk itu, agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif remaja harus memiliki pendidikan karakter.

Pendidikan karakter ini dapat membentuk menjadi remaja yang beprestasi. Di dalam pendidikan karakter mereka diajari nilai religius yang memudahkan agar remaja sebagai manusia yang peka pada lingkungan sosial. Di samping it, mereka diajari juga nilai toleransi dan nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk remaja memiliki sifat pengasih berbudi pekerti, dan cinta damai. Dalam pendidikan karakter mereka diajari juga nilai suka bekerja keras, kreatif, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi yang dapat menjadikan remaja sebagai orang yang berprestasi.
Dengan demikian, nilai-nilai positif dalam pendidikan karakter dapat membentuk remaja yang unggul. Mereka akan dapat bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan begitu, remaja yang memiliki karakter kuat akan tumbuh sebagai remaja yang unggul dan dibanggakan karena sehat secara fisik, stabil dalam emosi, dan intelektualnya berkembang dengan baik.
Terus semangat belajar ya sahabat KBI Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan sahabat KBI tentang Hortatory dan Analytical Exposition

Sumber :